Melihat Keindahan Seni Arsitektur Keraton Yogyakarta

0
1007
Keindahan Keraton Yogyakarta
Keindahan Keraton Yogyakarta

Keindahan Keraton Yogyakarta

keraton yogyakarta bisa di katakan salah satu ikon di Daerah Istimewa Yogyakarta yang wajib dikunjungi saat berada di jogja, karena selain bisa menikmati spotnya kita juga bisa sekalian belajar sejarah wisata edukasi kali khususnya untuk memperkenalkan kepada generasi muda

Ada banyak pengetahuan yang bakal kita dapat disini. Dan tempatnya sampai sekarang masih kental dengan budaya keraton serta adat istiadat yang masih di pertahankan sampai saat ini

Tentang Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta adalah istana resmi Kesultanan Yogyakarta yang terletak di Kota Yogyakarta. Secara resmi, Kesultanan sudah menjadi bagian dari Republik Indonesia.

Keindahan Keraton Yogyakarta
Keindahan Keraton Yogyakarta

Tapi bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai rumah sultan dan yang masih menjalankan tradisi kesultanan hingga saat ini.

Sebagian kompleks keraton berguna untuk menyimpan berbagai koleksi milik kesultanan. Seperti berbagai pemberian dari bangsawan Eropa, replika pusaka dan gamelan.

Dari segi arsitekturnya, keraton ini merupakan contoh arsitektur istana khas Jawa yang terbaik, punya balairung-balairung mewah dan paviliun yang luas.

Sejarah Keraton Yogyakarta

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Keraton Yogyakarta (bahasa Jawa: ꦏꦫꦠꦺꦴꦤ꧀​ꦔꦪꦺꦴꦒꦾꦏꦂꦠ​ꦲꦢꦶꦤꦶꦔꦿꦠ꧀, translit. Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat) merupakan istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang kini berlokasi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia.

Sejarah
by ana nirwana

Walaupun kesultanan tersebut secara resmi telah menjadi bagian Republik Indonesia pada tahun 1950, kompleks bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal sultan dan rumah tangga istananya yang masih menjalankan tradisi kesultanan hingga saat ini.

Keraton Yogyakarta mulai didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I beberapa bulan pasca Perjanjian Giyanti pada tahun 1755. Lokasi keraton ini konon adalah bekas sebuah pesanggarahan yang bernama Garjitawati.

Pesanggrahan ini digunakan untuk istirahat iring-iringan jenazah raja-raja Mataram (Kartasura dan Surakarta) yang akan dimakamkan di Imogiri. Versi lain menyebutkan lokasi keraton merupakan sebuah mata air, Umbul Pacethokan, yang ada di tengah hutan Beringan.

Sebelum menempati Keraton Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono I berdiam di Pesanggrahan Ambar Ketawang yang sekarang termasuk wilayah Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman

Secara fisik istana para Sultan Yogyakarta memiliki tujuh kompleks inti yaitu Siti Hinggil Ler (Balairung Utara), Kamandhungan Ler (Kamandhungan Utara), Sri Manganti, Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Kidul (Kamandhungan Selatan), dan Siti Hinggil Kidul (Balairung Selatan)

Selain itu Keraton Yogyakarta memiliki berbagai warisan budaya baik yang berbentuk upacara maupun benda-benda kuno dan bersejarah. Di sisi lain, Keraton Yogyakarta juga merupakan suatu lembaga adat lengkap dengan pemangku adatnya.




Oleh karenanya tidaklah mengherankan jika nilai-nilai filosofi begitu pula mitologi menyelubungi Keraton Yogyakarta. Dan untuk itulah pada tahun 1995 Komplek Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dicalonkan untuk menjadi salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO.

Keunikan

Keraton Yogyakarta tercatat pernah ada sebuah kerajaan Islam yang terletak di bagian tengah agak ke selatan Pulau Jawa bernama Mataram. Kerajaan ini berpusat di Kota Gede yang letakknya berada di sebelah tenggara kota Yogyakarta saat ini.

Keunikan
by Dwi Puspa Nurma Dhanti

Pusat Kerajaan ini terus berpindah mulai dari Plered, Kartasura hingga Surakarta akibat invervensi Belanda saat itu. Akibat dari itulah, muncul pergerakan anti Belanda yang dipimpin oleh Pangeran Mangkubumi.




Gerakan tersebut berujung pada perjanjian Giyanti atau Palihan Nagari pada tanggal 13 Februari 1755. Perjanjian tersebutlah yang melahirkan Kesultanan Yogyakarta saat ini.

Perjanjian Giyanti menyatakan bahwa Kerajaan Mataram dibagi menjadi dua yakni Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang dipimpin oleh Susuhunan Paku Buwono III dan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang dipimpin Pangeran Mangkubumi bergelar Hamengku Buwono I.

Bangunan Keraton Yogyakarta yang saat ini berdiri hingga sekarang sebagian besar merupakan hasil pembangunan dari Sultan Hamengkubuwono VIII yang memerintah sejak tahun 1921 hingga 1939.

Istana yang masih berfungsi sebagai tempat tinggal Sultan beserta keluarganya dan juga sebagai museum yang menyimpan barang-barang peninggalan Keraton Jogja di masa lalu. Semua masih terawat dengan baik.

Pada masa pemerintahan Sultan Hameng Kubuana X telah memberikan izin bahwa Kraton Yogyakarta bisa dijadikan Obyek Wisata untuk umum

disamping itu dari pihak Kraton telah menyediakan pemandu untuk menerangkan kepada para pengunjung wisatawan mengenai kisah maupun nuansa bangunan

ada juga benda – benda peninggalan yang ada di Kraton keberadaan pohon beringin di sebelah utara alun – alun, Waringin Kurung merupakan pagar tembok yang berada di tengah alun – alun ini berdiri kokoh 2 buah pohon beringin

dan lokasi ini ada yang menyebut juga dengan nama Kyai Dewandaru dan Kyai Janadaru
2 buah pohon ini melambangkan dua sifat yang berada di alam dunia ini yaitu Baik – Buruk, Siang – Malam dan lain – lainya

halaman keraton yang seringkali disebut Keben ini sering juga digunakan sebagai tempat berlangsung upacara adat seperti Garebeg atau Sekaten.

Lokasi Alamat

untuk mecari lokasi kraton yogyakarta ini cukup mudah kreana berada di jantung kota joga sehingga banyak petunjuk arah / rambu rambu yang mengarahkan ke keraton ini, selain itu di sekitar keraton juga terdapat lokasi wisata hits yang menjadi tujuan wisatawana

lokasi
by Marc-Oliver Hellwig

seperti halnya jalan malioboro, pasar beringharjo, benteng vredeburg dan masih banyak lainnya, apabila menggunakan angkutan umumpun cukup mudah, karean banyak dari berbagai tujuan melewati keraton ini




Destinasi Keraton Yogyakarta
Alamat Jl. Rotowijayan Blok No. 1, Panembahan, Kecamatan Kraton, 
Kabupaten Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta
Jam Buka Selas – Minggu / 08.00 – 18.00
Wahana Bangunan Bersejarah, Museum

Harga Tiket Masuk

Dengan tiket masuk yang relatif terjangkau dan tersedianya jasa pendamping wisatawan, pengunjung akan mendapat berbagai pengetahuan mengenai Yogyakarta. Karena Yogyakarta adalah salah satu kekayaan nusantara yang patut dijaga dan dilestarikan.

Harga Tiket Masuk Museum 
Harga Tiket Masuk Domestik Rp. 5.000,-
Harga Tiket Turis Asing Rp. 10.000,-
Ijin Foto Rp. 2.000
Parkir Mobil Rp. 5.000
Parkir Sepeda Motor Rp. 3.000,-

Fasilitas




di keraton juga terdapat fasilitas yang bisa di gunakan oleh pengunjung saat berada di komplek keraton diantaranya adalah

  • Museum
  • Tempat Ibadah
  • Tempat beristirahat
  • Area bermain anak
  • Toilet Umum
  • Spot Foto
  • Tempat Oleh – Oleh
  • Parkir

Di sekitar area keraton banyak penjual kerajinan khas Jogjakarta dg harga yg terjangkau
Tidak jauh dr Keraton juga terdapt tmpt wisata Tamansari, juga dekat dg Masjid Gede Kauman. Selain itu buat tmn2 yg ingin main ke Malioboro juga sangat dekat..hanya berjarak 10 menit dr Keraton