7 Wisata Candi Di Jogja Yang Sering Di Kunjungi Traveler

0
579
Tempat Wisata Candi Di Jogja
Tempat Wisata Candi Di Jogja

Tempat Wisata Candi Di Jogja By Sanjaya Tour

Daerah Istimewa Yogyakarta dari dahulu memang sudah terkenal akan budaya dan adat istiadat jawa yang masih di pegang teguh sampai saat ini, tradisinyapun tak lekang di makan zaman meskipun di era seperti sekarang

selain budaya tidak sedikit pula warisan leluhur dari kerajaan mataram kuno yang masih bisa kita jumpai meskipun telah ada lebih dari 1000 tahun, salah satunya adalah candi peninggalan hindu dan budha yang bisa kita jumpai di komplek tempat wisata yang tersebar di sekitar jogjakarta

dengan keahlian arsitek nenek moyang yang tak di ragukan lagi kehebatannya, bentuk di jogja ini memiliki bentuk sangat rumit tidak heran UNESCO mengakui candi kebanggan indonesia sebagia warisan duina

Daftar Tempat Wisata Candi Jogja Paling Indah

Tempat Wisata Candi Di Jogja
Tempat Wisata Candi Di Jogja

banyak sekali situs bersejarah peninggalan kerajaan pada masa lampau yang masih exis berdiri sampai sekarang dan sekarang tempat wisata candi yang ada di Jogja menjadi destinasi menarik untuk di kunjungi

lalu dimana sajakah tempat wisata candi yang ada di Jogja ? berikut kami berikan informasinya simak ulasan kami berikut ini

1. Candi Prambanan

Candi Prambanan
by Rindi Pusfita Sari
  • AlamatJl. Raya Solo – Yogyakarta No.16, Kranggan, Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55571, Indonesia
  • Harga Tiket Masuk : Rp. 40.000,-
  • Jam Oprasional : 08.00 – 18.00

Prambanan adalah candi Hindu terbesar dan termegah yang pernah dibangun di Jawa kuno, pembangunan candi Hindu kerajaan ini dimulai oleh Rakai Pikatan sebagai tandingan candi Buddha Borobudur dan juga candi Sewuyang terletak tak jauh dari Prambanan.

Beberapa sejarawan lama menduga bahwa pembangunan candi agung Hindu ini untuk menandai kembali berkuasanya keluarga Sanjaya atas Jawa, hal ini terkait teori wangsa kembar berbeda keyakinan yang saling bersaing; yaitu wangsa Sanjaya penganut Hindu dan wangsa Sailendra penganut Buddha.

Pastinya, dengan dibangunnya candi ini menandai bahwa Hinduisme aliran Saiwa kembali mendapat dukungan keluarga kerajaan, setelah sebelumnya wangsa Sailendra cenderung lebih mendukung Buddha aliran Mahayana. Hal ini menandai bahwa kerajaan Medang beralih fokus dukungan keagamaanya, dari Buddha Mahayana ke pemujaan terhadap Siwa.

tempat wisata candi yang ada di jogja ini adalah termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya

dengan candi Siwa sebagai candi utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil. Sebagai salah satu candi termegah di Asia Tenggara, candi Prambanan menjadi daya tarik kunjungan wisatawan dari seluruh dunia.

2. Destinsi Wisata Candi Sewu Jogja

Candi Sewu
by Rizky Alfinas
  • AlamatJl. Raya Solo – Yogyakarta No.KM.16, Bugisan, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia
  • Harga Tiket Masuk : Rp. ,-
  • Jam Oprasional : 08.00 – 17.00

Tempat Wisata Candi Sewu Jogjakarta merupakan tempat wisata berupa candi buddha yang ada di jogja yang masuk di komplek candi prambanan yang lokasinya paling utara sendiri dibanding candi – candi yang lainnya, candi ini merupakan candi yang sangat banyak sekali jumlah

 




asarkan Prasasti Kelurak yang berangka tahun 782 dan Prasasti Manjusrigrha yang berangka tahun 792 dan ditemukan pada tahun 1960, nama asli candi ini adalah ”Prasada Vajrasana Manjusrigrha”.

Istilah Prasada bermakna candi atau kuil, sementara Vajrajasana bermakna tempat Wajra (intan atau halilintar) bertakhta, sedangkan Manjusri-grha bermakna Rumah Manjusri. Manjusri adalah salah satu Boddhisatwa dalam ajaran buddha.

Candi Sewu diperkirakan dibangun pada abad ke-8 masehi pada akhir masa pemerintahan Rakai Panangkaran. Rakai Panangkaran (746–784) adalah raja yang termahsyur dari kerajaan Mataram Kuno.

3. Obyek Wisata Candi Kalasan Jogja

Candi Kalasan
by Nur Diana
  • AlamatJl. Raya Yogya – Solo, Suryatmajan, Danurejan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia
  • Harga Tiket Masuk : Rp. ,-
  • Jam Oprasional : 08.00 – 17.00

Candi Kalasan atau Candi Kalibening merupakan sebuah candi yang dikategorikan sebagai candi umat Buddha tempat wisata candi ini terdapat di desa Kalasan, kabupaten Sleman, provinsi Yogyakarta, Indonesia.




Candi ini memiliki 52 stupa dan berada di sisi jalan raya antara Yogyakarta dan Solo serta sekitar 2 km dari candi Prambanan. Pada bagian selatan candi terdapat dua relief Bodhisattva, sementara pada atapnya terdiri dari 3 tingkat.

Atap paling atas terdapat 8 ruang, atap tingkat dua berbentuk segi 8, sedangkan atap paling bawah sebangun dengan candi berbentuk persegi 20 yang dilengkapi kamar-kamar setiap sisinya

Pada awalnya hanya candi Kalasan ini yang ditemukan pada kawasan situs ini, namun setelah digali lebih dalam maka ditemukan lebih banyak lagi bangunan bangunan pendukung di sekitar candi ini. Selain candi Kalasan dan bangunan – bangunan pendukung lainnya ada juga tiga buah candi kecil di luar bangunan candi utama, berbentuk stupa.

4. Tempat Wisata Candi Ijo Jogja

Candi Ijo
by Dave Rares
  • AlamatKikis, Sambirejo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55572, Indonesia
  • Harga Tiket Masuk : Rp. 5000,-
  • Jam Oprasional : 08.00 – 17.00

Candi Ijo terletak di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Candi ini berada lereng barat sebuah bukit yang masih merupakan bagian perbukitan Batur Agung

Kompleks candi terdiri dari 17 struktur bangunan yang terbagi dalam 11 teras berundak. Teras pertama sekaligus halaman menuju pintu masuk merupakan teras berundak yang membujur dari barat ke timur.




Bangunan pada teras ke-11 berupa pagar keliling, delapan buah lingga patok, empat bangunan yaitu candi utama, dan tiga candi perwara. Peletakan bangunan pada tiap teras didasarkan atas kesakralannya. Bangunan pada teras tertinggi adalah yang paling sakral.

Posisinya berada pada lereng bukit dengan ketinggian rata-rata 425 meter di atas permukaan laut. Candi ini dinamakan “Ijo” karena berada di atas bukit yang disebut Gumuk Ijo. Kompleks percandian membuka ke arah barat dengan panorama indah, berupa persawahan dan bentang alam, seperti Bandara Adisucipto dan pantai Parangtritis.

5. Candi Sambisari

Candi Sambisari
by Nanang Kurniawan
  • AlamatJalan Candi Sambisari, Purwomartani, Kalasan, Sambisari, Purwomartani, Kec. Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55571, Indonesia
  • Harga Tiket Masuk : Rp. 5000,-
  • Jam Oprasional : 08.00 – 17.00

Candhi Sambisari adalah candi Hindu (Siwa) yang berada di Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, kira-kira 12 km di sebelah timur kota Yogyakarta ke arah kota Solo atau kira-kira 4 km sebelum kompleksCandi Prambanan.

Candi ini dibangun pada abad ke-9 pada masa pemerintahan raja Rakai Garung pada zaman Kerajaan Mataram Kuno.

Candi ini ditemukan pada tahun 1966 oleh seorang petani di Desa Sambisari dan dipugar pada tahun 1986 oleh Dinas Purbakala. Nama desa ini kemudian diabadikan menjadi nama candi tersebut.

Posisi Candi Sambisari terletak 6,5 meter di bawah permukaan tanah, kemungkinan besar karena tertimbun lahar dari Gunung Merapiyang meletus secara besar-besaran pada awal abad ke-11 (kemungkinan tahun 1006). Hal ini terlihat dari banyaknya batu materialvolkanik di sekitar candi.




Dengan dikelilingi oleh pagar batu dengan ukuran 50 m x 48 m, kompleks ini mempunyai candi utama didampingi oleh tiga candi perwara (pendamping).

Pada bagian luar dinding bangunan utama terdapat relung yang berisi patung Durga Mahisasuramardini (di sebelah utara), patung Ganesha (sebelah timur), patung Agastya (sebelah selatan),

dan di sebelah barat terdapat dua patung dewa penjaga pintu: Mahakala dan Nandiswara.

Di dalam candi utama terdapat lingga dan yonidengan ukuran cukup besar. Pada saat penggalian ditemukan berbagai benda lainnya di antaranya adalah beberapa tembikar, perhiasan, cermin logam, serta prasasti.

6. Candi Gebang

Candi Gebang
by Ali Vidityo

 

  • AlamatGebang, Jl. Jetis, Jetis, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55584, Indonesia
  • Harga Tiket Masuk : Rp. 5000,-
  • Jam Oprasional : 08.00 – 17.00

Candi Gebang terletak di daerah Condongcatur, di sebelah selatan desa Gebang, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, lebih kurang 11 Kilometer dari pusat kota Yogyakarta.

Penemuan candi Hindu ini berawal dari ditemukannya patung Ganesha oleh penduduk setempat pada bulan November 1936




Candi Gebang merupakan bangunan berdenah dasar persegi dengan ukuran 5.25 m x 5.25 m dengan tinggi 7.75 m memiliki. Bahan dasar yang digunakan untuk pembangunan candi adalah batu andesit. Tubuh candi berdiri di atas kaki setinggi sekitar 2 m. Tidak terdapat pahatan apapun pada bagian kaki candi.

Di dalam tubuh candi terdapat ruangan. Di tengah ruangan terdapat sebuah yoni dan lingga, namun saat ini lingga yang tertancap di atas yoni sudah tak ada di tempatnya. Atap candi bersusun dengan puncak berbentuk lingga yang tegak di atas seroja.

7. Candi Sari

Candi Sari
by afiyat setiawan
  • AlamatCandisari, Bendan, Tirtomartani, Kec. Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55571, Indonesia
  • Harga Tiket Masuk : Rp. 5.000,-
  • Jam Oprasional : 08.00 – 17.00 Jam

Candi Sari adalah candi Buddha tempat wisata candi di jogja ini lokasinya berada tidak jauh dari Candi Sambi Sari, Candi Kalasan dan Candi Prambanan.

Lokasinya berada di tengah permukiman warga. Candi ini dikelola dengan baik oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta




Menurut perkiraan candi ini dibangun pada abad ke 8 M bersama dengan masa pembangunan Candi Kalasan, yaitu pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran. Keterkaitan kedua candi ini diterangkan dalam Prasasti Kalasan (700 tahun Saka / 778 M).

Dalam Prasasti Kalasanditerangkan bahwa para penasihat keagamaan Wangsa Syailendra telah menyarankan agar Maharaja Tejapurnama Panangkarana, yang diperkirakan adalah Rakai Panangkaran, mendirikan bangunan suci untuk memuja Dewi Tara dan sebuah biara untuk pendeta Buddha.

Untuk pemujaan Dewi Tara dibangunlah Candi Kalasan, sedangkan untuk biara pendeta Buddha dibangunlah Candi Sari. Melihat dari bentuk keseluruhan dan bagian-bagian dalam Candi Sari, diperkirakan candi ini berfungsi sebagai asrama atau tempat tinggal para pendeta Buddha.