Mengenang Perjuangan Pahlawan Di Monumen Yogya Kembali

0
388
Museum Monumen Yogya Kembali (Monjali)
Museum Monumen Yogya Kembali (Monjali)

Museum Monumen Yogya Kembali

Museum Monumen Yogya Kembali atau sering di singkat Monjali (Monumen Jogja Kembali) adalah sebuah museum yang untuk meningkatkan rasa patriotisme kita atau rasa nasionalisme kita kepada bangsa Indonesia. Monjali terletak di garis imajiner jogja. Dan bangunan nya memiliki filosofi tersendiri.

Walaupun museum ini milik swasta tapi ketika pembangunan nya benar-benar di rencanakan dengan matang. Ruangan nya bersih dan rapih, koleksi museum nya pun terawat dan koleksi nya kurang lebih dari 1780. Yang menjadi master nya adalah ruang diorama di lt. 3. Ada perpustakaan juga.

Museum Monumen Yogya Kembali

Museum Monumen Yogya Kembali (Monjali)
Museum Monumen Yogya Kembali (Monjali)

Monumen Jogja Kembali adalah ikon Yogyakarta dan Indonesia. Selain peninggalan bersejarah, monumen ini berbentuk seperti piramida bulat.

Isi monumen Jogja kembali adalah replika, foto, dokumen, heraldika, berbagai jenis senjata, bentuk evokatif dapur umum dalam suasana perang kemerdekaan 1945-1949.

Pembangunana Musem Monumen Yogya Kembali

Museum Monumen Jogja Kembali, atau yang lebih di kenal monjali adalah sebuah museum sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia yang ada di kota Yogyakarta dan dikelola oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

Museum yang berada di bagian utara kota ini banyak dikunjungi oleh para pelajar dalam acara darmawisata.

Pembangunan monumen ini dilakukan dengan memperhitungkan beberapa faktor penting. Titik pusat bangunan ini merupakan sebuah titik yang secara imajiner menghubungkan beberapa titik penting di Yogyakarta

yaitu Kraton Jogja, Tugu Yogyakarta, Gunung Merapi, Parang Tritis dan juga Panggung Krapyak. Titik ini sendiri disebut sebagai Sumbu Besar Kehidupan dan penanda dari titik imajiner ini sendiri berada pada lantai 3 bangunan monumen ini.

Monumen Yogya Kembali dibangun pada tanggal 29 Juni 1985 dengan upacara tradisional penanaman kepala kerbau dan peletakan batu pertama oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII.

Gagasan untuk mendirikan monumen ini dilontarkan oleh kolonel Soegiarto, selaku walikotamadya Yogyakarta pada tahun 1983. Nama Yogya Kembali dipilih dengan maksud sebagai tetenger (peringatan)




dari peristiwa sejarah ditariknya tentara pendudukan Belanda dari ibukota RI Yogyakarta pada waktu itu, tanggal 29 Juni 1949. Hal ini merupakan tanda awal bebasnya bangsa Indonesia dari kekuasaan pemerintahan Belanda.

Bentuk Bangunan

Museum Monumen yogya kembali memiliki bangunanan berbentuk kerucut ini terdiri dari 3 lantai dan dilengkapi dengan ruang perpustakaan serta ruang serbaguna Pada rana pintu masuk dituliskan sejumlah 422 nama pahlawan yang gugur di daerah Wehrkreise III (RIS) antara tanggal 19 Desember 1948 sampai dengan 29 Juni 1949

Daftar Nama Pahlawan Yang Gugur Selama Clash Kedua Dalam Wilayah Wehrkreise III (19 Desember 1948 - 23 Juni 1949)
by kukuh adi

Menaiki podium di barat dan timur pengunjung bisa melihat dua senjata mesin beroda lengkap dengan tempat duduknya, sebelum turun menuju pelataran depan kaki gunung Monumen.

Monumen dikelilingi oleh kolam (jagang) yang dibagi oleh empat jalan menuju bangunan utama. Jalan barat dan timur menghubungkan dengan pintu masuk lantai satu yang terdiri dari empat ruang museum

Sementara itu jalan utara dan selatan terhubung dengan tangga menuju lantai dua pada dinding luar yang melingkari bangunan terukir 40 relief yang menggambarkan peristiwa perjuangan bangsa mulai dari 17 Agustus 1945 hingga 28 Desember 1949.

sejumlah peristiwa sejarah seperti perjuangan fisik dan diplomasi sejak masa Proklamasi Kemerdekaan, kembalinya Presiden dan Wakil Persiden ke Yogyakarta hingga pembentukan Tentara Keamanan Rakyat tergambar di relief tersebut

Interior Bangunan

untuk mengenang perjuangan para pahlawan museum monumen yogya kembali adalah rekomendasi untuk wisata edukasi sejarah perjuangan Yogyakarta, mulai kemerdekaan, agresi Belanda II hingga serangan umum 1 Maret.




Memasuki area monumen, pengunjung akan disambut dengan replika Pesawat Cureng di dekat pintu timur serta replika Pesawat Guntai di dekat pintu barat

Di monjali ada 3 lantai, dan masing masing memiliki fungsi yang berbeda

lantai 1

anda akan menemukan beberapa museum yang menyimpan berbagai peninggalan persenjataan dan perlengkapan selama perang.

lantai 1
by Ana Sari Monalisa

menyajikan sedikitnya 1.000 koleksi tentang Satu Maret, perjuangan sebelum kemerdekaan hingga Kota Yogyakarta menjadi ibukota RI. Seragam Tentara Pelajar dan kursi tandu Panglima Besar Jenderal Sudirman yang masih tersimpan rapi di sana.

Ada baiknya, anda menonton dulu film dokumenter perang Jogja 1949 di studio lantai 1 sebelum menyusuri Monumen ini.

koleksi
by Nafi Nurhadi

Di samping itu, ada juga ruang Sidang Utama, yang letaknya di sebelah ruang museum I. Ruangan berbentuk lingkaran dengan diameter sekitar 25 meter ini berfungsi sebagai ruang serbaguna, karena biasa disewakan untuk keperluan seminar atau pesta pernikahan.

Lantai 2




merupakan ruang diorama, di dalam bangunan berisi 10 diorama melingkari bangunan yang menggambarkan rekaan situasi saat Belanda menyerang Maguwo pada tanggal 19 Desember 1948, SU Satu Maret, Perjanjian Roem Royen, hingga peringatan Proklamasi 17 Agustus 1949 di Gedung Agung Yogyakarta

lantai 3

yang merupakan lantai teratas merupakan ruang hening untuk mendoakan para pahlawan yang gugur.

Wahana Permainan

Begitu masuk ke area monumen, kita akan segera disambut dengan spot² selfie beragam bentuk yg berhiaskan lampu warna-warni (lebih indah di malam hari).

Wahana Permainan
by Harumi Putri

Ada juga beberapa wahana relaksasi bareng keluarga, spt mobil-mobilan yg digerakkan dg cara dikayuh bak sepeda utk 4 s/d 5 org (utk mengelilingi area monumen), juga perahu bebek yg bisa dikayuh di area kolam yg jg mengelilingi monumen

  • Penyewaan Sepeda
  • Perahu Bebek
  • Memberi Makan Ikan
  • Rumah Hantu
  • Taman Lampoin
  • Fotografi

Alamat Museum Monumen Yogya Kembali

Museum Monumen Yogya Kembali berlokasi di alamat Jl. Ring Road Utara, Jongkang, Sariharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581




Akses menuju Gembira Loka sangat mudah dengan angkutan kota dan kendaraan Lokasi monumen jogja kembali hanya berjarak 3 km dari Keraton Yogyakarta dan sekitar 2 km dari Terminal Giwangan.

Gembira Loka buka setiap hari mulai jam 08.00 WIB hingga 17.00 WIB dan menyediakan fasilitas cukup lengkap.

Destinasi Museum Monumen Yogya Kembali ( MONJALI)
Alamat Jl. Ring Road Utara, Jongkang, Sariharjo
Kota/Kecamatan Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581
No. Telepon (0274) 868225
Jam Buka Selas – Minggu / 07.30 – 17.30
Wahana Deorama, Barang Peninggalan

Harga Tiket Museum Monumen Yogya Kembali

untuk melihat koleksi satwa terlengkap di jogja dan jawa tengah bisa di katakan tiket masuknya cukup terjangkau dan sebanding dengan apa yang di dapat pengunjung ketika memasuki obyek wisata yang satu ini

Harga Tiket Masuk 
Harga Tiket Wisatawan Lokal Rp. 10.000,-
Harga Tiket Turis Asing Rp. 20.000,-
Parkir Mobil Rp. 3000,-
Parkir Motor Rp. 2000,-
Sewa Mobil Cinta Rp. 25000,- / 1 Putaran

selain harga tiket yang telah di tentukan sebelumnya di sini juga tersedia tiket untuk wahana permainan yang bisa di pilih sesuai dengan keinginan berikut harga tiket wahanan permainan tersebut

Fasilitas Monumen Jogja Kembali




Fasilitas yang disediakan di museum monumen yogya kembali cukup lengkap, mulai dari berbagai wahana permainan yang seru, adapun fasilitas yang di sediakan oleh pengelola untuk kenyamanan pengunjung diantaranya adalah

  • AC
  • akses internet WiFi,
  • kursi roda untuk pengunjung disabilitas,
  • musala
  • Parkir yang luas
  • Toilet
  • Play ground
  • Gazebo
  • Spot Foto
  • Tempat istirahat
  • Food court
  • Souvernir